#BehindBook : Apakah ‘Creative Muslim’ Penting?

we need you 3

Halo, udah lama banget gak update ini blog ya, mau kasih tahu kalo ‘Creative Muslim (CM)’ udah bisa kamu beli di TB Gramedia terdekat loh, buruan keburu kehabisan, jadi ceritanya dengan terbitnya CM kakmin punya aktivitas baru, nama aktivitasnya adalah jalan-jalan, nggak jatim, nggak DIY, nggak jabar, dan Jekardah kita sambangin tokonya satu-satu, Creative Muslim didistribusikan secara berbeda daripada buku kami sebelumnya yang masuk TB. Gramed, karena melalui LBD yang merupakan kependekan dari Local Book Distribution.

Jadinya kakmin perlu tahu seperti apa buku ini on the wild, karena kakmin sebelumnya nggak tahu alokasi tiap toko, jadilah muter-muter sekalian wisata buku seantero pulau jawa, asik sih, tapi…. e… oke oke asiiik lah pokoknya.

Jadi sejatinya Creative Muslim ini adalah buku karya kak Fachmy Casofa atau Casofa Fachmy atau… rrr… kurang yakin nulisnya duluan mana, jika biasanya buku yang mengulas sejarah Islam dikemas dengan sangat membosankan, Creative Muslim hadir dengan kemasan kece, kertasnya putih ngejreng, dan isinya up to date juga, jadinya buku ini juga ngebahas hingga urusan personal branding, public speaking, hingga networking, pokoknya mah mengulas habis gimana caranya jadi pemuda-pemudi yang Islami tapi ketep kece, aktif, dan kreatif, itulah poinnya.

Kak Fachmy kasih seabreg referensi di buku ini, padet deh, dilengkapi dengan kata-kata yang berapi-api sekaligus rada sedikit nge-Vicky, etapi meski nge-Vicky ini tulisan relevan banget kok buat dibaca, jadi bukan asal main istilah alien.

Dan menjelang akhir, ada manifesto super keren…. kamu harus baca, karena dijamin semangat kreativitasmu akan memanas 100 derajad selsiyus, beraksi, hingga makna buku ini pun terjadi, menggerakkan dan merubah… jadilah yang membaca manifesto itu, dan lo harus grak… kamu sebenernya tak mesti beli buku ini, tapi kamu rugi kalo nggak tahu pentingnya buku ini…. happy reading :)

Tagged with: ,
Posted in Behind of Books

Kultwit #ProfilPenulis Kidung Dewa (Pak Daniel) #KaryaPelangi

Read more ›

Posted in Penulis

Kultwit #ProfilPenulis Mbak Nilla Gustian, Juara 1 #KaryaPelangi

Read more ›

Posted in Penulis

#KaryaPelangi Flashback

Blueprint final Karya Pelangi

Blueprint final Karya Pelangi

Sesungguhnya Karya Pelangi adalah sebuah percikan ide sederhana yang disampaikan dengan sederhana pula, namun semua meyakini bahwa kalaupun nantinya dieksekusi, tetap harus dikerjakan secara serius dan profesional, Karya Pelangi bagi Anis sang ketua mungkin merupakan cita-citanya diantara beberapa cita-cita yang ingin diraih, merupakan sebuah obsesi, sedangkan bagi penerbit ini adalah bak gayung bersambut, masih ingat di pikiran, ketika saya menyampaikan gagasan menulis buku tentang Tunarungu kepada teman-teman di Gerkatin Solo dan mereka mengaku tulisannya masih terbolak-balik, dan saat itu harus tertunda karena keterbatasan SDM yang mampu mengeditnya, dan ketika ide Karya Pelangi ini tersampaikan cukup mudah untuk segera disetujui, karena sesungguhnya Selaksa bukan hanya penerbit komersial namun kita juga menanamkan manfaat dan inspirasi pada buku-buku yang kami produksi. Read more ›

Tagged with:
Posted in Behind of Books

Kultwit #BehindBook buku #KaryaPelangi versi @PenerbitSelaksa

Read more ›

Tagged with:
Posted in Behind of Books

Pre-Order ‘Pelangi’ Dibuka

pelangi banner

Perjalanan mengiringi kompetisi Karya Pelangi adalah sebuah proses yang melibatkan banyak pihak, dari ide ini dicetuskan hingga proses mengeksekusinya, mulai dari lomba hingga proses penerbitan bukunya, melihat prosesnya saya yakin Pelangi bukanlah buku biasa, buku ini adalah buah dari idealisme yang merasuk ke dalam visi dan misi  tentang mengapa kompetisi ini diadakan dan buku ini dibuat, Pelangi adalah cipta karya dari semua yang terlibat, terimakasih telah mengiringi langkah Karya Pelangi ini, dari ujung dimulainya hingga nanti buku ini jadi, sebentar lagi gerakan mendekatkan dunia disabilitas kepada masyarakat dimulai, dibaca oleh ribuan orang di Indonesia, semoga dengan hadirnya buku Pelangi bisa membawa perubahan besar dalam sudut pandang masyarakat umum terhadap dunia disabilitas.

Dari sisi penerbit, kami ingin mengemas buku ini semaksimal yang kami bisa lakukan, melalui diskusi panjang tentang konsep buku ini, melalui beberapa kali revisi setting agar buku bisa dibuat sesuai konsep yang telah ditentukan, tetap dengan keyakinan bahwa Pelangi adalah bukan karya biasa, ini merupakan hasil Kolaborasi karya untuk cinta luar biasa seperti yang tertulis di cover buku ini, terimakasih sekali untuk pak Ali, yang selalu bersemangat dan konsisten untuk menyelesaikan buku ini dengan baik, terimakasih untuk Mas Woko yang dengan senyumnya melayani setiap revisi untuk menyesuaikan mesin cetak, terimakasih untuk mbak Anis yang senantiasa mengingatkan dan mengecek proses penerbitan buku ini, mbak Cmut dan mbak Septi yang sudah lembur-lembur untuk menyiapkan naskah, dan masih banyak pengambil peran, baik dari sisi penerbit, panitia, peserta serta lembaga pendukung yang tak dapat kami sebut satu persatu, tanpa kalian tentu tak mudah bagi kami menyelesaikan semua proses ini dengan baik.

Buku Pelangi tetap dikerjakan sesuai konsep, buku dikemas lux dengan hardcover warna putih, dengan desain double sided, sehingga tidak ada halaman belakang, semua adalah halaman depan, sesuai judulnya buku ini dikemas Pelangi, setiap bab diwakili oleh 1 warna, sehingga dari sisi samping warna kertas isi berwarna-warni layaknya pelangi, kami di penerbit saja sudah tak sabar melihat hasil akhir buku setebal 392 halaman ini, semoga teman-teman juga demikian.

Lebih lanjut, panitia juga punya misi lain, kami ingin mendirikan perpustakaan Pelangi, setiap pembelian buku Pelangi di eraintermedia.com (secara online) anda sudah menyumbang senilai Rp. 5.000 untuk pendirian perpustakaan Pelangi yang juga berfokus untuk memfasilitasi sahabat penyandang disabilitas dan umum, rencananya perpustakaan didirikan di Solo yang pada 29 September lalu dicanangkan sebagai ‘Kota Inklusi’.

Tentunya masih bisa ditemukan kekurangan dalam buku ini, saya mewakili penerbit mohon maaf atas semua kekurangan, namun demikian, kami ingin memastikan bahwa kami dan anda kini punya visi yang sama, yakni menempatkan sahabat penyandang disabilitas di tempat yang sama dengan kesempatan yang sama.

Harga Rp. 55.000.

Pre-Order buku ini sekarang diskon 25% di https://eraintermedia.com/karyapelangi

Follow twitter @KaryaPelangi dan Like Facebook /KolaborasiPelangi

Halaman resmi https://eraintermedia.com/karya-pelangi/

Tagged with:
Posted in Behind of Books

Behind The Scene of Bukan Empat Mata Tersedia di Gramedia dan Togamas

Behind The Scene of Bukan Empat Mata

Tagged with:
Posted in Promo

Lebaran Sebentar Lagi…

buku

Apa yang terjadi di markas Selaksa kita ramadhan gini? sangat berbeda sekali, Selaksa merupakan keluarga dari penerbit Era Adicitra Intermedia yang notabene penerbit buku agama Islam, selain jam kerja berubah menjadi lebih pagi dan pulang lebih awal, ada satu lagi yakni Tadarus bersama pada jam istirahat siang, biar kru Selaksa ini kalau di luar suka iseng dan rewel, ketika tadarus siang inilah kami jadi ‘anteng’, bagaimanapun juga di bulan yang penuh berkah ini, kami juga berlomba-lomba untuk dapetin pahala dan berkah yang sebesar-besarnya, kalian juga kan…

Setelah melalui buka bersama bersama keluarga besar Era Group, dan tentunya THRan juga :green:, kami kembali disibukkan dengan delivery awal buku ‘Behind the Scene of Bukan Empat Mata’  ke jaringan toko buku Gramedia, dengan koordinasi yg cukup rapi semua proses bisa selesai dalam sehari.

Kini buat Kerabat Litera Selaksa bisa mulai menemukan buku  ‘Behind the Scene of Bukan Empat Mata’ di Gramedia terdekat di kota kamu, lebaran sebentar lagi… jangan lupa mempersiapkan mudik dengan baik ya :)

Tagged with:
Posted in Curcol

Ayo #KaryaPelangi Tinggal 10 Hari Lagi…

10 hari lagi rezise

Posted in Event

Tukul dan Bukan Empat Mata Di Balik Layar

Tukul dan Bukan Empat MataRamadhan sebentar lagi, ada salah satu bagian kecil yang dulu sering kali saya sempatkan untuk melakukannya yakni menyaksikan orang-orang di balik layar acara sahur di Trans7 dan TransTV, saya tertarik dengan keceriaan mereka yang muncul tiap akhir acara sahur, meski kantuk menghadang karena harus bangun pagi betul, dia dengan sumringah dan asik menemani pemirsa dari balik kamera, dengan seragam mereka yang serba hitam, mereka nampak elegan namun aktif.

siapa sangka ternyata di masa awal ‘Empat Mata’ syuting, Tukul rela berbagi honor dengan penonton, agar penontonnya rame

Ingatan tentang semua itu kini kembali muncul, ketika meja redaksi Selaksa disuguhi sebuah naskah yang waktu itu masih setengah rampung, “waduh gimana nih, tipis sekali” kataku saat itu di hadapan redaksi, beberapa diantara kami hanya saling lirik, saya sendiri suka naskah ini namun jadi agak kurang minat karena saya kurang suka dengan buku yang terlalu tipis, hmm…. hmmm… mendadak ruang ini jadi ruang bergumam, namun dengan komunikasi yang cukup intens dengan Mas Dimas sang penulis, akhirnya kita Go Ahead buku ini dikembangkan dan diterbitkan, mas Dimas sendiri akhirnya memberikan banyak tulisan tambahan yang sangat menarik, saya memeriksa langsung tulisan-tulisan tambahan darinya, sehingga saat selesai di set buku ini menjadi cukup tebal, sekitar 200an halaman. Read more ›

Tagged with:
Posted in Behind of Books